Rabu, 03 Oktober 2012

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI PERKEMBANGAN DAN KEPERIBADIAN MANUSIA

A.      Pendahuluan
       Manusia adalah makhluk sosial yang dituntut untuk terus berkembang demi melanjutkan hidup di dunia yang semakin modern. Seperti yang kita tahu bahwa sejak di dalam rahim, manusia sudah mengalami perkembangan. Proses ini terus berlanjut sampai akhir hayat manusia.
       Setelah dilahirkan manusia mengalami beberapa tahapan perkembangan; masa kanak-kanak, masa pemuda, dan masa adolesen. Pembagian masa kanak-kanak yang sampai sekarang masih dipergunakan, yaitu:
1.         Masa prenatal
2.         Masa orok
3.         Masa anak tetek
4.         Masa pencoba
5.         Masa pancaroba
6.         Masa pemain[1]
       Selanjutnya, masa pemuda. Masa pemuda adalah masa ujian. Masa penuh tantangan. Masa sukar dimengerti yang harus dipahami, masa bergelora yang harus diselami. Baik oleh pemuda itu sendiri maupun oleh siapa saja yang berkepentingan dengannya.[2]
       Kemudian yang terakhir adalah masa adolesen. Masa adolesen adalah masa peralihan dari masa remaja atau masa pemuda ke masa dewasa. Jadi merupakan masa penutup dari masa pemuda. Masa ini tidak berlangsung lamaoleh karena dengan tercapainya masa ini, seseorang dalam waktu yang relatif singkat sekali telah sampai ke masa dewasa.[3]
        Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang apa saja yang mempengaruhi perkembangan dan kepribadian manusia. Berikut adalah pembahasan kami mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan dan kepribadian manusia.

B.       Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan dan Kepribadian Manusia

       Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti petingnya.[4] Pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali[5].
       Pribadi atau kepribadian adalah merupakan istilah yang sudah sangat populer dalam perbendaharaan kata (vocabulary) kita sehari-hari. Namun demikian kita masih juga sering salah dalam memberikan arti terhadap istilah kepribadian itu sendiri. Dalam kamus orang awam (non profesional), kepribadian sering diartikan hanya sekedar sebagai ciri khas yang melekat pada diri seseorang yang biasanya nampak /tampak atau muncul dalam perilaku sehari-hari. Dengan kata lain , kepribadian sering dimaknai sebagai ketrampilan sosial atau kecakapan sosial.[6]
       Dalam perjalan hidup manusia yang selalu berkembang, tentunya ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Secara garis besar , faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian dalam diri seseorang dibedakan dalam dua kategori faktor, yaitu faktor-faktor yang sifatnya internal dan faktor-faktor yang sifatnya ekternal.
1.         Faktor Internal : Adalah segala sesuatu yang berasal atau bersumber dari diri individu sendiri yang mempengaruhi proses persenyawaan unsur-unsur psikofisik sehingga terbentuk pola kepribadian tertentu. Faktor-faktor internal tersebut antara lain :
a.         Gen atau keturunan,
b.        Self Perception (persepsi diri) yaitu bagaimana seseorang mempersepsikan , menilai diri dan potensi yang ada pada dirinya sehingga dengan penilaian dan persepsinya tersebut individu akan mudah mengambil keputusan bagi dirinya sendiri.
c.         Self control atau kontrol diri (kontrol emosi, kontrol perasaan, kontrol perilaku dan lain-lain)
d.        Self concept (konsep diri) yaitu bagaimana seseorag memandang dan menempatkan dirinya sendiri didalam suatu situasi yang ada di sekelilingnya.
e.         Self efikasi atau efikasi diri, yaitu seberapa jauh seseorang merasa yakin bahwa dirinya mampu dan bisa mengerjakan sesuatu yang menantang.
2.         Ekternal : adalah faktor yang mempengaruhi pembentukan dan pengembangan kepribadian yang berasal dari luar diri indvidu itu sendiri. Diantara faktor-faktor ekternal tersebut antara lain :
a.         Faktor Pendidikan (formal maupun non formal)
b.        Lingkungan sosial, yaitu lingkungan tempat terjadinya interaksi sosial. lingkungan keluarga, peer group/kelompok sebaya, lingkungan sekolah, lingkungan kerja dan sebagainya.
c.         Faktor ekonomi
d.        Faktor demografi dan geografi
e.         Faktor sosial , Budaya dan religiusitas
f.         Faktor idiologi / politik[7]
       Ada 3 jenis aliran yang berbeda pandangan tentang faktor-faktor yang mempegaruhi perkembangan. Pertama, aliran nativisme. Para ahli yang mengikuti aliran nativisme berpendapat, bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir, jadi perkembangan individu itu semata-mata tergantung kepada dasar[8].
       Hal ini ditentang oleh pengikut aliran empirisme yang berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sedangkan dasar tidak memainkan perannya sama sekali[9].
       Melihat perbedaan pendapat dari kedua belah pihak yang ekstrem, dibutuhkan paham yang mampu mengatasi keberatsebelahan tersebut. Paham yang dianggap mampu mengatasi keberat sebelahan itu ialah paham konvergensi. Paham konvergensi berpendapat bahwa di dalam perkembangan individu itu baik dasar maupun lingkungan memainkan peranan penting. Bakat sebagai kemungkinan telah ada pada masing-masing individu; akan tetapi bakat yang sudah tersedia itu perlu menemukan lingkungan yang sesuai supaya dapat berkembang[10]




C.      Kesimpulan

       Dari semua penjelasan di atas kelompok kami menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kepribadian manusia terbagi menjadi dua. Faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri dan faktor yang berasal dari luar. Faktor dari dalam misalnya, keturunan yang diperoleh seorang anak dari orang tuanya. Hal ini bersifat tidak terelakkan.
       Kemudian yang kedua adalah faktor dari luar atau lingkungan. Pada dasarnya kedua hal tersebut memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan. Seperti tadi, keturunan yang termasuk faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia dari dalam tetap membutuhkan lingkungan yang tepat.










DARTAR PUSTAKA

Monks, J., et.al., Psikologi Perkembangan, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002.
Sujanto, Agoes, Psikologi Perkembangan, Cet.VIII, Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2005.
Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
Syah, Muhibin,  Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, cet. XIII, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007.


[1] Agoes Sujanto, Psikologi Perkembangan, Cet.VIII, (Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2005), h.2
[2] Agoes Sujanto, Psikologi Perkembangan, Cet.VIII , h.162
[3] Agoes Sujanto, Psikologi Perkembangan, Cet.VIII, h.264
[4] Muhibin Syah,  Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, cet. XIII, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), h.41
[5] F.J. Monks, et.al., Psikologi Perkembangan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002), h.1
[7] Ibid
[8] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h.177
[9] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, h.178
[10] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, h.180

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar